Wednesday, March 11, 2015

Dalam Mengajar, Guru Harus Utamakan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Program USAID untuk Pembelajaran yang Baik (USAID-PRIORITAS) mengajarkan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) untuk guru pendamping di sekolah pengguna KTSP dan Kurikulum 2013 (K13).

”Apa pun kurikulumnya yang penting adalah PAKEM,” kata Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Timur, Silvana Erlina di sela-sela Pelatihan Pelatih untuk Lamongan, Jombang, Banyuwangi, dan Batu di Surabaya, kemarin. Didampingi ”Whole Schole Development” USAID-PRIORITAS Dyah Haryati Puspitasari, Kepala SMPN 2 Batu Barokah Santoso, dan Guru SD Temas 1 Batu Dian Tri W, dia menjelaskan, seribu kali ganti kurikulum tidak akan meningkatkan kualitas siswa bila cara guru mengajar tidak berubah.

”Karena itu, PAKEM itu penting, baik untuk guru sekolah pengguna KTSP maupun Kurikulum 2013. KTSP itu lebih menekankan aspek kognitif, sedangkan K13 lebih komprehensif mulai dari kognitif, keterampilan, hingga sikap. Selain itu, sistem penilaian K13 lebih deskriptif, sedangkan KTSP hanya bersifat angka,” katanya.

Dalam pelatihan kali ini, pihaknya memisahkan guru pengguna KTSP dengan pengguna K13 dalam kelompok berbeda, namun materi pelatihan tetap sama, yakni PAKEM, kecuali kelompok KTSP perlu diajari sistem penilaian autentik yang deskriptif. ”Kunci peningkatan kualitas pendidikan adalah mengembangkan nalar siswa sesuai potensi yang dimiliki, baik secara fisik maupun mental”.

Karena itu, guru harus aktif dalam proses pembelajaran aktif atau PAKEM (SD/MI) atau contextual teaching and learning atau CTL (SMP/MTs),” ungkapnya. Menurut ”Whole Schole Development” USAID-PRIORITAS Dyah Haryati Puspitasari, PAKEM atau CTL itu menempatkan guru sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk inovatif dengan menggunakan sumber belajar variatif.

Sumber belajar variatif itu tidak harus mahal, tapi anak bisa kreatif dan punya banyak gagasan. Untuk itu, kami juga menambahkan pelatihan manajemen sekolah yang transparan, akuntabel, dan partisipatif dalam melibatkan komite sekolah, pengawas sekolah, dan wali murid (masyarakat),” ujarnya.
Peserta pelatihan bediskusi mencari format pembelajaran yang menarik serta menggali kreatifitas kurikulum 2013 maupun KTSP 2006, ketika mengikuti pelatihan yang dihelat oleh USAID Prioritas di Shangrila Surabaya, kemarin.
Kepala SMPN 2 Batu, Barokah Santoso, mengaku senang dengan pelatihan USAID-PRIORITAS karena dirinya mendapatkan dua bekal, yakni cara menjadi pendamping guru dalam pembelajaran dan manajemen sekolah. ”Kesan saya, pelatihan ini mengajarkan kepada kita bahwa KTSP atau Kurikulum 2013 itu tidak ada artinya tanpa inovasi pembelajaran. Inovasi pembelajaran itu mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari,” katanya.

Senada dengan itu, Guru SD Temas 1 Batu Dian Tri W menyatakan, PAKEM (CTL) mengajarkan pendekatan penting dalam pendidikan, yakni mendorong siswa untuk aktif secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. ”Caranya melalui pembelajaran bermakna yang mendorong proses pembelajaran bermanfaat dalam kehidupan dan aplikatif. Untuk itu, perlu sumber belajar beragam, tapi tidak harus mahal,” katanya.

Ia mencontohkan pembelajaran proses jual beli bisa dikenalkan dengan memberi anak benda apa saja, namun diajak berdiskusi dengan mengaitkan pada kehidupan sehari- hari ketika belanja di toko, pasar, atau supermarket. Spesialis Komunikasi USAID- PRIORITAS Dian Kusuma Dewi menambahkan, di Lamongan, Jombang, Banyuwangi, dan Batu, merupakan empat kabupaten/kota yang menjadi mitra baru dari USAID-PRIORITAS sehingga kini ada 19 kabupaten/kota mitra USAID.

”Ke-19 kabupaten/kota mitra di Jatim meliputi 11 kabupaten/ kota yang menjadi mitra program USAID-PRIORITAS dan delapan kabupaten/kota menjadi mitra program DBE. Pada setiap kabupaten/kota mitra itu ada enam SD dan delapan SMP yang menjadi sekolah mitra. Totalnya 114 SD/MI dan 152 SMP/MTs se-Jatim,” katanya.

Untuk pelatihan pelatih (guru pendamping) tingkat provinsi di empat kabupaten/kota itu diikuti 15 fasilitator tingkat SD/MI dan 15 fasilitator tingkat SMP/MTs. Pelatihan tingkat SD/MI pada 3-10 Maret, sedangkan pelatihan tingkat SMP/MTs pada 6-13 Maret. (Soeprayitno) - (ftr)

0 comments:

Post a Comment

Demi Kemajuan Ilmu Pengetahuan tentang Sekolah Standar Nasional silahkan tinggalkan Komentar yang sifatnya membangun. Terima Kasih atas kunjungannya...